Jumat, 24 Oktober 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar

Lovely Family


Hallo semuanya!
Sebelum gue memulai blog ini, ada baiknya gue mau memperkenalkan diri gue terlebih dahulu.
Nama gue Destiara Dita Sudirgo. Di akte lahir gue sih ga ada "Sudirgo" nya. Cuma, berhubung itu nama marga jadinya gue suka nambahin sendiri hehehe. dari SD, temen-temen gue punya panggilan sendiri buat gue. "Cece". karna gue keturunan cina. Dan kalo dirumah dipanggilnya itu, jadi mereka ikut-ikutan dan kebawa sampe sekarang. Gue lahir di Jakarta, 7 Desember 1995. Gue lulus SMA tahun 2013 di SMA Negeri 4 Gambir, Jakarta. Tadinya mau coba negeri lagi tahun ini. Tapi ngga jadi karena udah terlanjur daftar dan bayar di Gundar hehehe
Sekarang gue kuliah di Universitas Gunadarma Kalimalang 2014 jurusan Ekonomi Managemen.

Ini pertama kalinya gue punya blog dan menulis blog. jadi, tolong dimaklumin kalo misalnya ada kata-kata atau sejenisnya yang bikin kalian ga nyaman.
Oh iya, di blog ini gue mau memperkenalkan keluarga gue.
Alhamdulillah kedua orang tua gue masih ada. Gue anak pertama dan punya 2 adik.

Ini bokap gue. Gue manggil dia "Papi". Dia ini superhero keluarga banget deh. Suka cemas dan khawatir banget sama gue kalo gue lagi pergi. Sering banget nelfonin gue lagi dimana dan sama siapa. Apalagi kalo perginya sama cowo. Bisa ditelfonin beberapa kali saking khawatirnya. Papi suka bawel. Tapi bawelnya menasihati banget. Dan gue sayang banget sama beliau.
The reason why a daughter loves her father is because she knows, that at least there's a man in the world who never hurt her. and I love you, Daddy!


Yang kedua ini nyokap gue, "Mami" nya anak-anak.
Siapa yang ga sayang sama ibunya sendiri. Mami ini ga kalah super nya sama papi. Dia selalu belain gue kalo lagi diomelin sama bokap hehehe. Trus baik banget sama temen-temen gue kalo lagi ada yang dateng kerumah. Sampe temen-temen gue pun manggil dia "mami" juga. Masakannya enak banget gada yang bisa ngalahin. Pokoknya Sayang banget deh sama mereka berdua.

Yang ke tiga ada adek gue namanya David Ramadhan Sudirgo. Lahirnya bulan Ramadhan gitu deh. Harusnya sih beda 2 tahun. karna dia 97 dan gue 95, tapi karna gue desember dan dia januari, jadi itungannya beda setahun doang deh. Dia ini adik sekaligus temen curhat. bingung siapa yang adik yang jadi kaka. soalnya dia lebih tinggi dari pada gue. ohya, dia kuliah di Mercu Buana meruya. Gue sering banget nih curhat sama dia. Gada yang ditutup2in kalo cerita sama dia. Dan, kayaknya dia lebih dewasa drpd gue. Soalnya dia bisa kasih masukan yang berguna sih menurut gue hahaha. Dia juga supir gue. Mau banget nganter jemput gue tanpa ngomel-ngomel. huhu pokoknya I Love You, Dek :(

Yang terakhir ada adik gue yang ke-2. Namanya Delfiala Septiani Sudirgo. Ini anak zaman millenium. Tahun 2001 lahirnya. Sekarang kelas 2 SMP di SMP Al-manar. Ini anak ngeselin banget deh sumpah. Suka pake-pakein baju, celana, sepatu, jaket gue. Semuanya dia pake. Mentang-mentang kakanya cewek juga. Paling males diantara yang lain. Suka ga mau kalo disuruh. Suka ngomel-ngomel ga jelas. Tapi kalo lagi baik, balik banget siiih. Sampe mau ngeprint-in tugas gue hahaha. Suka mau mijitin gue juga kalo lagi capek. Maklum, cece lelah, De :( Dia ini lebih centil dari pada kakanya. Hobi banget selfie. memori bisa penih gara gara foto dia doang. Tapi kadang kadang lucu juga sih hahaha Pokoknya I Love You, too.
  
Nah itu dialah keluarga gue. Walaupun kadang-kadang mereka nyebelin, bawel, dan lain lain. Tapi ga ada yang bisa ngalahin kalo udah have a Quality Time with them. AND DAMN, I LOVE MY FAMILY!




Sekedar penambahan : Ini foto waktu lebaran kemarin..


Tugas Individu Makalah Keindahan Budaya Bali

Tugas Individu




MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
          
            Keindahan Budaya Bali








     Disusun oleh :

     Destiara Dita
     
         1EA32

       12214782

FAKULTAS EKONOMI MANAGEMENT

                                       UNIVERSITAS GUNADARMA

        2014




KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Ilmu Budayya Dasar dengan judul ”Keindahan Budaya Bali”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua atas dukungan, kasih yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.






Bekasi, September 2014





ii
DAFTAR ISI


COVER MAKALAH……………………………………………………………………………………….……..i


KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………..………ii



DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………...iii



BAB I



PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………….………….1



1.1  LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………………2



1.2  TUJUAN PENULISAN………………………………………………………………………………...…. 2



 



BAB II



PEMBAHASAN



2.1 ANALISIS SWOT………………………………………………………………………………….…..…..3



PENUTUPAN



BAB III



3.1 KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………………………........…….....5







iii



PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Keindahan di tanah air kita ini sudah tidak dapat terhitung dan tidak dapat diragukan lagi. Banyak sekali keindahan yang kita miliki di tanah air tercinta kita ini, Indonesia. Salah satunya adalah keindahan akan budaya-budaya. Saya mengutip definisi budaya dari kamus besar bahasa Indonesia. Yang berarti, Budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Menurut pandangan saya, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia.
Dalam pembuatan makalah ini, saya tertarik untuk mengambil contoh kebudayaan dari budaya budaya yang ada di Indonesia. Yaitu, kebudayaan Bali. Kebudayaan tersebut tentu  memiliki adat dan istiadat serta penerapan perilaku yang berbeda dari kebudayaan lainnya. Kebudayaan dari asal itu sendiri memiliki adat dan kebudayaan yang khusus dimana sudah seharusnya menjadi budaya khas mereka.
Suku bangsa Bali memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Bali tidak hanya dikenal di dalam negeri saja, melainkan sampai ke luar negeri. Bahkan orang – orang awam dari luar negeri mengira bahwa Indonesia terletak di pulau Bali. Hal ini menggugah hati penulis, untuk meneliti dan mengetahui penerapan ke tujuh unsur kehidupan kebudayaan pada kebudayaan Bali.
Kini Bali adalah sebuah provinsi yang berada di wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Hindu tetap menjadi agama mayoritas yang wariskan secara turun temurun. Karena itu merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan merupakan suatu kekayaan budaya kita. Karena Bali adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Indonesia.
Bali juga telah dikenal luas dengan kekayaan khasanah budayanya yang dilandasi nilai-nilai agama, di dalamnya kesenian sangat terkait dengan entitas religi. Seni adalah bagian inheren kehidupan keagamaan, bahkan disebutkan bahwa “agama adalah seni dan seni adalah agama itu sendiri”. Kebudayaan Bali yang sejak lama dikatakan memiliki akar tradisi yang kuat yang terbentuk dari interaksi dengan berbagai kebudayaan, dan kini terus tumbuh seiring dengan perkembangan zaman.
1
Kesinambungan nilai-nilai tradisi itu juga tercermin dalam perkembangan seni rupa Bali. Berbagai kilasan sejarah mencatat bahwa seni rupa Bali menunjukkan sebuah perkembangan seni rupa yang berjalan dalam garis perkembangan tersendiri. Perkembangan itu menunjukkan pertalian seni rupa dengan nilai-nilai tradisi dan budaya. Pertalian tersebut diyakini dapat mempertahankan identitas budaya ketika berinteraksi dengan modernitas, hal ini menjadi motivasi kuat sehingga lahir menjadi sebuah gerakan estetis.
Dengan adanya membahas budaya Bali ini, diharapkan pula kita dapat memahami dan menghargai kebudayaan mereka dengan baik. Terutama dalam tingkah laku, norma-norma social dan nilai nilai yang terkandung dalam hasil budaya itu sendiri.


1.2            Tujuan

a.      Memenuhi tugas yang telah diberikan dosen
b.      Mengetahui apa saja kebudayaan yang terdapat di Bali
c.       Memahami karakter dan norma-norma sosial pada Bali
d.      Agar dapat menghargai kebudayaan tersebut dalam sisi adat istiadat maupun norma-norma sosial
e.      Dapat menambah pengetahuan tentang kebudayaan







2
PEMBAHASAN

2.1      Analisis SWOT

1.      Strength (Kekuatan)
Beberapa contoh nilai-nilai luhur dan adat yang kuat dalam kebudayaan Bali adalah :
            Kepercayaan pada masyarakat Bali bisa menjadi sumber kekuatan masyarakat Bali. Nyatanya, masyaralat Bali masihlah menganut nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa, yang terkandung dalam pembentukan hukum adat Bali seperti dalam awig-awig desa, menjiwai hukum adat itu sehingga dapat bekerja dalam masyarakat. Oleh karena itu, jika dalam pembentukan hukum adat Bali seperti dalam penyusunan awig-awig secara tertulis terkandung nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa, maka hukum adat itu selain menjamin kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan, juga berupaya untuk menjaga dan memelihara nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa.
            Di Bali sendiri, bahasa Bali memiliki tingkatan penggunaannya, misalnya ada yang disebut Bali Alus, Bali Madya dan Bali Kasar. Yang halus dipergunakan untuk bertutur formal misalnya dalam pertemuan di tingkat desa adat, meminang wanita, atau antara orang berkasta rendah dengan berkasta lebih tinggi. Yang madya dipergunakan di tingkat masyarakat menengah misalnya pejabat dengan bawahannya, sedangkan yang kasar dipergunakan bertutur oleh orang kelas rendah misalnya kaum sudra atau antara bangsawan dengan abdi dalamnya.
            Dalam hal agama dan kepercayaan, pengaruh zaman Megalithikum (zaman dimana manusia sudah mengenal dan menganut kepercayaan) terasa masih kuat pada masyarakat kerajaan Bali. Keadaan tersebut menunjukan bahwa mayarakat Bali merupakan pemegang teguh tradisi warisan budaya serta agama dan kepercayaan masih dipegang teguh hingga saat sekarang ini.



3
2.      Weakness (Kelemahan)

            Berdasarkan artikel yang telah saya baca dari beberapa sumber tentang kelemahan Bali, bahwasannya, sekarang telah terbentuk manusia yang mendua dalam budaya Bali yaitu rajin menyelenggarakan ritual-ritual agama, namun mereka juga rajin melakukan perbuatan yang menyimpang. Rajin melakukan sambutan dan pidato, namun rajin pula melakukan KKN. Seorang mahasiswa suku Bali dalam skripsi psikologinya menulis bahwa banyak remaja Bali yang rajin mengikuti seks bebas. Penelitian macam itu tentu ada benarnya karena sebuah kajian empiris di lapangan.
            Dan masyarakat di Bali, masih saja membedakan kasta atau status social didalamnya. Sehingga mereka tidak dapat bersatu dengan kuat. Status social sangatlah penting. Karna mereka berasal dari kerajaan yang merupakan pemegang teguh tradisi warisan budaya serta agama dan kepercayaan masih dipegang teguh hingga kini.


3.      Opportunity (Peluang)
            Sekarang ini sudah banyak budaya kita yang dapat dijadikan peluang untuk menunjukan ke mata dunia bahwa Indonesia kaya akan keindahan budaya budayanya. Kita dapat mengapresiasikan dan mempromosikan budaya kita terhadap mata dunia. Contohnya beberapa bulan lalu ini, ada acara yang diselenggarakan di Indonesia, yaitu MISS WORLD. Bertempatkan karantina di Bali dengan keindahan pulau dan objek wisatanya, itu adalah salah satu peluang kita untuk menunjukan keindahan budaya budaya kita yang kita miliki pada mata dunia. Dengan finalis-finalis memakai baju adat dan budaya dari Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk Negara kita agar bisa dikenal dengan masyarakat dunia.
            Terlihat jelas dari wawancara dari beberapa sumber dengan para finalis Miss World kemarin, masyarakat asing menikmati dan mengagumi pemandangan Bali yang sejuk dan kaya akan budayanya. Bahkan, ada beberapa finalis yang sebelumnya pernah berkunjung ke Bali. Ini salah satu bentuk adanya peluang agar masyarakat luar mengenal Bali dengan baik.




4
4.      Threat (Tantangan)
            Terkait dengan peluang artikel diatas, dengan mengapresiasikan dan mempromosikan budaya kita ke mata dunia, ini juga salah satu tantangan bagi perancang busana kita agar bisa lebih baik lagi berkarya untuk menciptakan baju atua busana yang lebih baik dan lebih berkualitas dari segi bahan, warna, rajutan dengan teliti. Karna budaya kita kini sekarang sudah dikenal dengan dunia. Dan bahkan nyatanya, banyak turis asing yang ingin belajar tentang budaya Indonesia. Ini juga semacam tantangan untuk kita. Agar kita dapat lebih memahami budaya kita sendiri daripada harus tau budaya kita lewat orang asing yang serius ingin mempelajari budaya kita.


2.2      Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan makalah yang telah saya tulis, kesimpulan yang saya dapat adalah
            Setiap kebudayaan pasti memiliki keindahan dan keunikan budaya yang berbeda dari masing-masing daerah, entah dari segi adat, social, norma maupun budaya luhur. Kita sebagai penerus leluhur budaya kita, harus menjaga nama baik dan semaksimal mungkin agar dipandang baik oleh masyarakat luar. Semuanya memiliki adat yang harus dipatuhi dan kita juga harus menghormati kebudayaan lain walaupun kita tidak suka dan ada beberapa adat yang menurut kita menganut kepercayaan lain dan menyimpang. Semuanya itu bagian dari warna warni kebudayaan bangsa kita.
            Terutama dalam pembahasan kali ini mengenai Bali, menurut saya Negara kita bisa maju dengan adanya promotor dari dalam negeri untuk turis asing. Tidak hanya itu, kita juga harus meng eksplor lagi budaya budaya yang ada dan dapat menarik turis asing untuk melihat keindahan pulau-pulau kita. Dan kita sebagai penduduk asli Indonesia juga harus bangga dan menjaga nilai nilai luhur yang terdapat pada adat dan kebudayaan kita masing-masing. Usahakan jangan sampai ada yang menyimpang dan menjelekkan kebudayaan yang kita miiki satu sama lain.


5



BAHASA DAERAH SUKU SUNDA (KELOMPOK SAMAN)




KELOMPOK SAMAN

BAHASA DAERAH SUKU SUNDA








Bahasa Sunda adalah sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh setidaknya 38 juta orang dan merupakan bahasa Ibu dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Bahasa Sunda dituturkan di hampir seluruh provinsi Jawa Barat dan Banten, serta wilayah barat Jawa Tengah mulai dari Kali Brebes (Sungai Cipamali) di wilayah Kabupaten Brebes dan Kali Serayu (Sungai Ciserayu) di Kabupaten Cilacap, di sebagian kawasan Jakarta, serta di seluruh provinsi di Indonesia dan luar negeri yang menjadi daerah urbanisasi Suku Sunda.

Dari segi linguistik, bersama bahasa Baduy, bahasa Sunda membentuk suatu rumpun bahasa Sunda yang dimasukkan ke dalam rumpun bahasa Melayu-Sumbawa.




Variasi dalam bahasa Sunda

Peta linguistik Jawa Barat
Dialek (basa wewengkon) bahasa Sunda beragam, mulai dari dialek Sunda-Banten, hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek yang berbeda. Dialek-dialek ini adalah:
Dialek Barat dipertuturkan di daerah Bantenda n Lampung. Dialek Utara mencakup daerah Sunda utara termasuk Kota Bogor dan sebagian daerah Pantura. Lalu dialek Selatan adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya. Sementara itu dialek Tengah Timur adalah dialek di sekitar Kabupaten Majalengka dan sebagian Kabupaten Indramayu. Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan juga sebagian Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal di Jawa Tengah. Dan akhirnya dialek Tenggara adalah dialek sekitar Kabupaten Ciamis juga Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah.

Bahasa Sunda Kuna adalah bentuk bahasa Sunda yang ditemukan pada beberapa catatan tertulis, baik di batu (prasasti) maupun lembaran daun kering (lontar). Tidak diketahui apakah bahasa ini adalah dialek tersendiri atau merupakan bentuk yang menjadi pendahulu bahasa Sunda modern. Sedikitnya literatur berbahasa Sunda menyulitkan kajian linguistik varian bahasa ini.
Sejarah dan penyebaran

Bahasa Sunda terutama dipertuturkan di sebelah barat pulau Jawa, di daerah yang dijuluki Tatar Sunda (Pasundan). Namun, bahasa Sunda juga dipertuturkan di bagian barat Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Brebes dan Cilacap, dikarenakan wilayah ini dahulunya berada dibawah kekuasaan Kerajaan Galuh. Banyak nama-nama tempat di Cilacap yang masih merupakan nama Sunda dan bukan nama Jawa seperti Kecamatan Dayeuhluhur, Cimanggu, dan sebagainya.

Selain itu menurut beberapa pakar bahasa Sunda sampai sekitar abad ke-6 wilayah penuturannya sampai di sekitar Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah, berdasarkan nama "Dieng" yang dianggap sebagai nama Sunda (asal kata dihyang yang merupakan kata bahasa Sunda Kuna). Seiring transmigrasi dan imigrasi yang dilakukan etnis Sunda, penutur bahasa ini telah menyebar sampai ke luar pulau Jawa. Misalkan di Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara dimana penduduk etnis Sunda dengan jumlah signifikan menetap di daerah luar Pasundan tersebut.

Referensi :  http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sunda#Variasi_dalam_bahasa_Sunda



Minggu, 19 Oktober 2014

http://studentsite.gunadarma.ac.id/
http://www.ilab.gunadarma.ac.id/
http://baak.gunadarma.ac.id/
http://bapsi.gunadarma.ac.id
http://v-class.gunadarma.ac.id/



SEKILAS TENTANG GUNADARMA





'Universitas Gunadarma ('UG) atau biasa disebut Gunadarma, adalah sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Kampus utamanya berada di Depok, Jawa Barat.

Sejarah

1981

  • 7 Agustus:
    • Universitas Gunadarma pada awalnya bernama Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang upacara peresmiannya dibuka secara umum di Jakarta dan dianggap sebagai Hari Lahir Universitas Gunadarma.

1985

  • 1 Juli:
    • 4-tahun kemudian, PPIK sekarang berubah nama resmi baru menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Gunadarma (STMIK Gunadarma).

1986

  • 7 Agustus:
    • Merangka bertepatan hari ulang tahun dari lahir dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Gunadarma yang ke-5 hampir selama 5-tahun dari setengah tahun dasawarsa adalah setengah dekade.

1990

  • 13 Januari:
    • 6-tahun kemudian, STMIK Gunadarma sekarang berubah nama resmi baru menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma (STIE Gunadarma).

1991

  • 7 Agustus:
    • Merangka bertepatan hari ulang tahun dari lahir dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma yang ke-10 hampir selama 10-tahun dari 1-tahun dasawarsa adalah 1-dekade.

1993

  • 1 Juni:
    • STMIK dan STIE membuka Program Magister dengan konsentrasi Manajemen Sistem Informasi untuk STMIK serta Magister Manajemen untuk STIE.

1996

  • 1 April:
  • 7 Agustus:
    • Merangka bertepatan hari ulang tahun dari lahir dengan Universitas Gunadarma yang ke-15 hampir selama 15-tahun dari 1-setengah tahun dasawarsa adalah 1-setengah dekade.

2001

  • 7 Agustus:
    • Merangka bertepatan hari ulang tahun dari lahir dengan Universitas Gunadarma yang ke-20 hampir selama 20-tahun.

2006

  • 7 Agustus:
    • Merangka bertepatan hari ulang tahun dari lahir dengan Universitas Gunadarma yang ke-25 hampir selama 25-tahun dari 2-setengah tahun dasawarsa adalah 2-setengah dekade menjadi tahun perak.

2011

  • 7 Agustus:
    • Merangka bertepatan hari ulang tahun dari lahir dengan Universitas Gunadarma yang ke-30 hampir selama 30-tahun dengan melakukan & mengusung tema 30-Tahun Universitas Gunadarma.

2012

  • 1 Januari:
    • Merangka bertepatan hari ulang tahun dari lahir dengan Universitas Gunadarma yang ke-31 hampir selama 31-tahun dengan melakukan & mengusung tema Gunadarma World Class University.

Gedung Kampus

Kampus Kegiatan perkuliahan Universitas Gunadarma dilaksanakan di 14-kampus yaitu :

Kampus A

Kampus B

Kampuc C

Kampus D

  • Kampus D juga menyediakan loket BAAK, atau biro administrasi kampus yang bertugas memberikan informasi seputar kegiatan dan kehidupan Mahasiswa, seperti : pengurusan surat, penugasan skripsi, pengerjaan administrasi, serta ruang BPLK (Badan Pengelola Lingkungan Kamus Universitas) untuk mengurus peminjaman ruang/tempat di lingkungan kampus.

Kampus E

Kampus G

Kampus H

Kampus H2

Kampus J1

Kampus J2

Kampus J3

Kampus J4/K

Kampus J5

Kampus L

Kampus M

Di dalam kampus terdapat fasilitas-fasilitas yang meliputi ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, ruang seminar, auditorium, Pusgiwa (Pusat Kegiatan Mahasiswa), BPM, ruang rapat, ruang tunggu dosen, ruang konsultasi akademik, koperasi, ruang kerja pimpinan dan karyawan, musholah dan masjid, serta lapangan olahraga. Ruang Kuliah Universitas Gunadarma mempunyai 167-ruang kuliah :
  • 12-ruang di kampus A.
  • 19-ruang di kampus B dan C.
  • 18-ruang di kampus D.
  • 55-ruang di kampus E.
  • 39-ruang di kampus G.
  • 29-ruang di Kampus L.
  • 24-ruang di kampus J.
Untuk keperluan proses belajar mengajar ruang kuliah dilengkapi dengan peralatan yang sangat menunjang, diantaranya adalah: OHP, Tape Recorder, Pengeras Suara Sentral Sound System, Komputer Proyektor, Slide Proyektor dan lain-lain. Auditorium Auditorium Universitas Gunadarma terletak di kampus J - Bekasi, kampus D - Depok dan kampus A - Kenari. Auditorium di kampus J terletak di lantai 6 gedung J1 dan auditorium ini dapat menampung kurang lebih 200-an orang. Auditorium di kampus D terletak di gedung 4 dari lantai 6 dan auditorium ini dapat menampung kurang lebih 300-orang peserta. Auditorium di kampus A terletak di lantai 2 dan dapat menampung kurang lebih 100-orang peserta. Auditorium ini digunakan antara lain untuk kegiatan seminar baik untuk mahasiswa maupun dosen. Auditorium ini dilengkapi dengan 1-buah layar besar di tengah dan juga 2-buah layar di sisi kanan kiri.

Referensi :  http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Gunadarma