Jumat, 24 Oktober 2014

Tugas Individu Makalah Keindahan Budaya Bali

Tugas Individu




MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
          
            Keindahan Budaya Bali








     Disusun oleh :

     Destiara Dita
     
         1EA32

       12214782

FAKULTAS EKONOMI MANAGEMENT

                                       UNIVERSITAS GUNADARMA

        2014




KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Ilmu Budayya Dasar dengan judul ”Keindahan Budaya Bali”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua atas dukungan, kasih yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.






Bekasi, September 2014





ii
DAFTAR ISI


COVER MAKALAH……………………………………………………………………………………….……..i


KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………..………ii



DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………...iii



BAB I



PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………….………….1



1.1  LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………………2



1.2  TUJUAN PENULISAN………………………………………………………………………………...…. 2



 



BAB II



PEMBAHASAN



2.1 ANALISIS SWOT………………………………………………………………………………….…..…..3



PENUTUPAN



BAB III



3.1 KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………………………........…….....5







iii



PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Keindahan di tanah air kita ini sudah tidak dapat terhitung dan tidak dapat diragukan lagi. Banyak sekali keindahan yang kita miliki di tanah air tercinta kita ini, Indonesia. Salah satunya adalah keindahan akan budaya-budaya. Saya mengutip definisi budaya dari kamus besar bahasa Indonesia. Yang berarti, Budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Menurut pandangan saya, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia.
Dalam pembuatan makalah ini, saya tertarik untuk mengambil contoh kebudayaan dari budaya budaya yang ada di Indonesia. Yaitu, kebudayaan Bali. Kebudayaan tersebut tentu  memiliki adat dan istiadat serta penerapan perilaku yang berbeda dari kebudayaan lainnya. Kebudayaan dari asal itu sendiri memiliki adat dan kebudayaan yang khusus dimana sudah seharusnya menjadi budaya khas mereka.
Suku bangsa Bali memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Bali tidak hanya dikenal di dalam negeri saja, melainkan sampai ke luar negeri. Bahkan orang – orang awam dari luar negeri mengira bahwa Indonesia terletak di pulau Bali. Hal ini menggugah hati penulis, untuk meneliti dan mengetahui penerapan ke tujuh unsur kehidupan kebudayaan pada kebudayaan Bali.
Kini Bali adalah sebuah provinsi yang berada di wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Hindu tetap menjadi agama mayoritas yang wariskan secara turun temurun. Karena itu merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan merupakan suatu kekayaan budaya kita. Karena Bali adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Indonesia.
Bali juga telah dikenal luas dengan kekayaan khasanah budayanya yang dilandasi nilai-nilai agama, di dalamnya kesenian sangat terkait dengan entitas religi. Seni adalah bagian inheren kehidupan keagamaan, bahkan disebutkan bahwa “agama adalah seni dan seni adalah agama itu sendiri”. Kebudayaan Bali yang sejak lama dikatakan memiliki akar tradisi yang kuat yang terbentuk dari interaksi dengan berbagai kebudayaan, dan kini terus tumbuh seiring dengan perkembangan zaman.
1
Kesinambungan nilai-nilai tradisi itu juga tercermin dalam perkembangan seni rupa Bali. Berbagai kilasan sejarah mencatat bahwa seni rupa Bali menunjukkan sebuah perkembangan seni rupa yang berjalan dalam garis perkembangan tersendiri. Perkembangan itu menunjukkan pertalian seni rupa dengan nilai-nilai tradisi dan budaya. Pertalian tersebut diyakini dapat mempertahankan identitas budaya ketika berinteraksi dengan modernitas, hal ini menjadi motivasi kuat sehingga lahir menjadi sebuah gerakan estetis.
Dengan adanya membahas budaya Bali ini, diharapkan pula kita dapat memahami dan menghargai kebudayaan mereka dengan baik. Terutama dalam tingkah laku, norma-norma social dan nilai nilai yang terkandung dalam hasil budaya itu sendiri.


1.2            Tujuan

a.      Memenuhi tugas yang telah diberikan dosen
b.      Mengetahui apa saja kebudayaan yang terdapat di Bali
c.       Memahami karakter dan norma-norma sosial pada Bali
d.      Agar dapat menghargai kebudayaan tersebut dalam sisi adat istiadat maupun norma-norma sosial
e.      Dapat menambah pengetahuan tentang kebudayaan







2
PEMBAHASAN

2.1      Analisis SWOT

1.      Strength (Kekuatan)
Beberapa contoh nilai-nilai luhur dan adat yang kuat dalam kebudayaan Bali adalah :
            Kepercayaan pada masyarakat Bali bisa menjadi sumber kekuatan masyarakat Bali. Nyatanya, masyaralat Bali masihlah menganut nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa, yang terkandung dalam pembentukan hukum adat Bali seperti dalam awig-awig desa, menjiwai hukum adat itu sehingga dapat bekerja dalam masyarakat. Oleh karena itu, jika dalam pembentukan hukum adat Bali seperti dalam penyusunan awig-awig secara tertulis terkandung nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa, maka hukum adat itu selain menjamin kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan, juga berupaya untuk menjaga dan memelihara nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa.
            Di Bali sendiri, bahasa Bali memiliki tingkatan penggunaannya, misalnya ada yang disebut Bali Alus, Bali Madya dan Bali Kasar. Yang halus dipergunakan untuk bertutur formal misalnya dalam pertemuan di tingkat desa adat, meminang wanita, atau antara orang berkasta rendah dengan berkasta lebih tinggi. Yang madya dipergunakan di tingkat masyarakat menengah misalnya pejabat dengan bawahannya, sedangkan yang kasar dipergunakan bertutur oleh orang kelas rendah misalnya kaum sudra atau antara bangsawan dengan abdi dalamnya.
            Dalam hal agama dan kepercayaan, pengaruh zaman Megalithikum (zaman dimana manusia sudah mengenal dan menganut kepercayaan) terasa masih kuat pada masyarakat kerajaan Bali. Keadaan tersebut menunjukan bahwa mayarakat Bali merupakan pemegang teguh tradisi warisan budaya serta agama dan kepercayaan masih dipegang teguh hingga saat sekarang ini.



3
2.      Weakness (Kelemahan)

            Berdasarkan artikel yang telah saya baca dari beberapa sumber tentang kelemahan Bali, bahwasannya, sekarang telah terbentuk manusia yang mendua dalam budaya Bali yaitu rajin menyelenggarakan ritual-ritual agama, namun mereka juga rajin melakukan perbuatan yang menyimpang. Rajin melakukan sambutan dan pidato, namun rajin pula melakukan KKN. Seorang mahasiswa suku Bali dalam skripsi psikologinya menulis bahwa banyak remaja Bali yang rajin mengikuti seks bebas. Penelitian macam itu tentu ada benarnya karena sebuah kajian empiris di lapangan.
            Dan masyarakat di Bali, masih saja membedakan kasta atau status social didalamnya. Sehingga mereka tidak dapat bersatu dengan kuat. Status social sangatlah penting. Karna mereka berasal dari kerajaan yang merupakan pemegang teguh tradisi warisan budaya serta agama dan kepercayaan masih dipegang teguh hingga kini.


3.      Opportunity (Peluang)
            Sekarang ini sudah banyak budaya kita yang dapat dijadikan peluang untuk menunjukan ke mata dunia bahwa Indonesia kaya akan keindahan budaya budayanya. Kita dapat mengapresiasikan dan mempromosikan budaya kita terhadap mata dunia. Contohnya beberapa bulan lalu ini, ada acara yang diselenggarakan di Indonesia, yaitu MISS WORLD. Bertempatkan karantina di Bali dengan keindahan pulau dan objek wisatanya, itu adalah salah satu peluang kita untuk menunjukan keindahan budaya budaya kita yang kita miliki pada mata dunia. Dengan finalis-finalis memakai baju adat dan budaya dari Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk Negara kita agar bisa dikenal dengan masyarakat dunia.
            Terlihat jelas dari wawancara dari beberapa sumber dengan para finalis Miss World kemarin, masyarakat asing menikmati dan mengagumi pemandangan Bali yang sejuk dan kaya akan budayanya. Bahkan, ada beberapa finalis yang sebelumnya pernah berkunjung ke Bali. Ini salah satu bentuk adanya peluang agar masyarakat luar mengenal Bali dengan baik.




4
4.      Threat (Tantangan)
            Terkait dengan peluang artikel diatas, dengan mengapresiasikan dan mempromosikan budaya kita ke mata dunia, ini juga salah satu tantangan bagi perancang busana kita agar bisa lebih baik lagi berkarya untuk menciptakan baju atua busana yang lebih baik dan lebih berkualitas dari segi bahan, warna, rajutan dengan teliti. Karna budaya kita kini sekarang sudah dikenal dengan dunia. Dan bahkan nyatanya, banyak turis asing yang ingin belajar tentang budaya Indonesia. Ini juga semacam tantangan untuk kita. Agar kita dapat lebih memahami budaya kita sendiri daripada harus tau budaya kita lewat orang asing yang serius ingin mempelajari budaya kita.


2.2      Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan makalah yang telah saya tulis, kesimpulan yang saya dapat adalah
            Setiap kebudayaan pasti memiliki keindahan dan keunikan budaya yang berbeda dari masing-masing daerah, entah dari segi adat, social, norma maupun budaya luhur. Kita sebagai penerus leluhur budaya kita, harus menjaga nama baik dan semaksimal mungkin agar dipandang baik oleh masyarakat luar. Semuanya memiliki adat yang harus dipatuhi dan kita juga harus menghormati kebudayaan lain walaupun kita tidak suka dan ada beberapa adat yang menurut kita menganut kepercayaan lain dan menyimpang. Semuanya itu bagian dari warna warni kebudayaan bangsa kita.
            Terutama dalam pembahasan kali ini mengenai Bali, menurut saya Negara kita bisa maju dengan adanya promotor dari dalam negeri untuk turis asing. Tidak hanya itu, kita juga harus meng eksplor lagi budaya budaya yang ada dan dapat menarik turis asing untuk melihat keindahan pulau-pulau kita. Dan kita sebagai penduduk asli Indonesia juga harus bangga dan menjaga nilai nilai luhur yang terdapat pada adat dan kebudayaan kita masing-masing. Usahakan jangan sampai ada yang menyimpang dan menjelekkan kebudayaan yang kita miiki satu sama lain.


5



Tidak ada komentar:

Posting Komentar