MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
Keindahan Budaya Bali
Disusun oleh :
Destiara Dita
1EA32
12214782
FAKULTAS EKONOMI MANAGEMENT
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan,
tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah
Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya
yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Ilmu
Budayya Dasar dengan judul ”Keindahan Budaya Bali”. Dalam penyusunannya,
penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua atas
dukungan, kasih yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal,
semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah
yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari
kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat
lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi
semua pembaca.
Bekasi, September 2014
ii
DAFTAR ISI
COVER MAKALAH……………………………………………………………………………………….……..i
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………..………ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………...iii
BAB I
PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………….………….1
1.1 LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………………2
1.2 TUJUAN PENULISAN………………………………………………………………………………...…. 2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 ANALISIS SWOT………………………………………………………………………………….…..…..3
PENUTUPAN
BAB III
3.1 KESIMPULAN DAN SARAN………………………………………………………………........…….....5
iii
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Keindahan di tanah air kita ini sudah
tidak dapat terhitung dan tidak dapat diragukan lagi. Banyak sekali keindahan
yang kita miliki di tanah air tercinta kita ini, Indonesia. Salah satunya adalah
keindahan akan budaya-budaya. Saya mengutip definisi budaya dari kamus besar
bahasa Indonesia. Yang berarti, Budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi
atau adat-istiadat. Menurut pandangan saya, pengertian kebudayaan diturunkan
dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia.
Dalam pembuatan makalah ini, saya
tertarik untuk mengambil contoh kebudayaan dari budaya budaya yang ada di
Indonesia. Yaitu, kebudayaan Bali. Kebudayaan tersebut tentu memiliki adat dan istiadat serta penerapan
perilaku yang berbeda dari kebudayaan lainnya. Kebudayaan dari asal itu sendiri
memiliki adat dan kebudayaan yang khusus dimana sudah seharusnya menjadi budaya
khas mereka.
Suku bangsa Bali
memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Bali tidak
hanya dikenal di dalam negeri saja, melainkan sampai ke luar negeri. Bahkan orang – orang
awam dari luar negeri mengira bahwa Indonesia terletak di pulau Bali. Hal ini
menggugah hati penulis, untuk meneliti dan mengetahui penerapan ke tujuh unsur
kehidupan kebudayaan pada kebudayaan Bali.
Kini Bali adalah sebuah
provinsi yang berada di wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Hindu
tetap menjadi agama mayoritas yang wariskan secara turun temurun. Karena itu merupakan salah satu ciri khas
bangsa Indonesia dan merupakan suatu kekayaan budaya kita. Karena Bali adalah salah
satu suku bangsa yang terdapat di Indonesia.
Bali
juga telah dikenal luas dengan kekayaan khasanah budayanya yang dilandasi
nilai-nilai agama, di dalamnya kesenian sangat terkait dengan entitas religi.
Seni adalah bagian inheren kehidupan keagamaan, bahkan disebutkan bahwa “agama
adalah seni dan seni adalah agama itu sendiri”. Kebudayaan Bali yang sejak lama
dikatakan memiliki akar tradisi yang kuat yang terbentuk dari interaksi dengan
berbagai kebudayaan, dan kini terus tumbuh seiring dengan perkembangan zaman.
1
Kesinambungan
nilai-nilai tradisi itu juga tercermin dalam perkembangan seni rupa Bali.
Berbagai kilasan sejarah mencatat bahwa seni rupa Bali menunjukkan sebuah
perkembangan seni rupa yang berjalan dalam garis perkembangan tersendiri.
Perkembangan itu menunjukkan pertalian seni rupa dengan nilai-nilai tradisi dan
budaya. Pertalian tersebut diyakini dapat mempertahankan identitas budaya
ketika berinteraksi dengan modernitas, hal ini menjadi motivasi kuat sehingga
lahir menjadi sebuah gerakan estetis.
Dengan adanya
membahas budaya Bali ini, diharapkan pula kita dapat memahami dan menghargai
kebudayaan mereka dengan baik. Terutama dalam tingkah laku, norma-norma social
dan nilai nilai yang terkandung dalam hasil budaya itu sendiri.
1.2
Tujuan
a.
Memenuhi
tugas yang telah diberikan dosen
b.
Mengetahui
apa saja kebudayaan yang terdapat di Bali
c.
Memahami
karakter dan norma-norma sosial pada Bali
d.
Agar
dapat menghargai kebudayaan tersebut dalam sisi adat istiadat maupun
norma-norma sosial
e. Dapat menambah pengetahuan tentang
kebudayaan
2
PEMBAHASAN
2.1 Analisis
SWOT
1.
Strength
(Kekuatan)
Beberapa contoh nilai-nilai luhur dan
adat yang kuat dalam kebudayaan Bali adalah :
Kepercayaan
pada masyarakat Bali bisa menjadi sumber kekuatan masyarakat Bali. Nyatanya,
masyaralat Bali masihlah menganut nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa, yang
terkandung dalam pembentukan hukum adat Bali seperti dalam awig-awig desa, menjiwai
hukum adat itu sehingga dapat bekerja dalam masyarakat. Oleh karena itu, jika
dalam pembentukan hukum adat Bali seperti dalam penyusunan awig-awig secara
tertulis terkandung nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa, maka hukum adat
itu selain menjamin kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan, juga berupaya
untuk menjaga dan memelihara nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa.
Di
Bali sendiri, bahasa Bali memiliki tingkatan penggunaannya, misalnya ada yang
disebut Bali Alus, Bali Madya dan Bali Kasar. Yang halus dipergunakan untuk
bertutur formal misalnya dalam pertemuan di tingkat desa adat, meminang wanita,
atau antara orang berkasta rendah dengan berkasta lebih tinggi. Yang madya
dipergunakan di tingkat masyarakat menengah misalnya pejabat dengan bawahannya,
sedangkan yang kasar dipergunakan bertutur oleh orang kelas rendah misalnya
kaum sudra atau antara bangsawan dengan abdi dalamnya.
Dalam hal agama dan kepercayaan,
pengaruh zaman Megalithikum (zaman dimana manusia sudah mengenal dan menganut
kepercayaan) terasa masih kuat pada masyarakat kerajaan Bali. Keadaan tersebut
menunjukan bahwa mayarakat Bali merupakan pemegang teguh tradisi warisan budaya
serta agama dan kepercayaan masih dipegang teguh hingga saat sekarang ini.
3
2.
Weakness
(Kelemahan)
Berdasarkan
artikel yang telah saya baca dari beberapa sumber tentang kelemahan Bali,
bahwasannya, sekarang telah terbentuk manusia yang
mendua dalam budaya Bali yaitu rajin menyelenggarakan ritual-ritual agama,
namun mereka juga rajin melakukan perbuatan yang menyimpang. Rajin melakukan
sambutan dan pidato, namun rajin pula melakukan KKN. Seorang mahasiswa suku
Bali dalam skripsi psikologinya menulis bahwa banyak remaja Bali yang rajin mengikuti seks
bebas. Penelitian macam itu tentu ada benarnya karena sebuah kajian empiris di
lapangan.
Dan masyarakat di Bali, masih saja membedakan kasta atau
status social didalamnya. Sehingga mereka tidak dapat bersatu dengan kuat.
Status social sangatlah penting. Karna mereka berasal dari kerajaan yang
merupakan pemegang teguh tradisi warisan budaya serta agama dan kepercayaan
masih dipegang teguh hingga kini.
3.
Opportunity
(Peluang)
Sekarang
ini sudah banyak budaya kita yang dapat dijadikan peluang untuk menunjukan ke
mata dunia bahwa Indonesia kaya akan keindahan budaya budayanya. Kita dapat
mengapresiasikan dan mempromosikan budaya kita terhadap mata dunia. Contohnya
beberapa bulan lalu ini, ada acara yang diselenggarakan di Indonesia, yaitu
MISS WORLD. Bertempatkan karantina di Bali dengan keindahan pulau dan objek
wisatanya, itu adalah salah satu peluang kita untuk menunjukan keindahan budaya
budaya kita yang kita miliki pada mata dunia. Dengan finalis-finalis memakai
baju adat dan budaya dari Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk Negara kita
agar bisa dikenal dengan masyarakat dunia.
Terlihat
jelas dari wawancara dari beberapa sumber dengan para finalis Miss World
kemarin, masyarakat asing menikmati dan mengagumi pemandangan Bali yang sejuk
dan kaya akan budayanya. Bahkan, ada beberapa finalis yang sebelumnya pernah
berkunjung ke Bali. Ini salah satu bentuk adanya peluang agar masyarakat luar
mengenal Bali dengan baik.
4
4.
Threat
(Tantangan)
Terkait
dengan peluang artikel diatas, dengan mengapresiasikan dan mempromosikan budaya
kita ke mata dunia, ini juga salah satu tantangan bagi perancang busana kita
agar bisa lebih baik lagi berkarya untuk menciptakan baju atua busana yang
lebih baik dan lebih berkualitas dari segi bahan, warna, rajutan dengan teliti.
Karna budaya kita kini sekarang sudah dikenal dengan dunia. Dan bahkan
nyatanya, banyak turis asing yang ingin belajar tentang budaya Indonesia. Ini
juga semacam tantangan untuk kita. Agar kita dapat lebih memahami budaya kita
sendiri daripada harus tau budaya kita lewat orang asing yang serius ingin mempelajari
budaya kita.
2.2 Kesimpulan
dan Saran
Berdasarkan makalah yang telah saya
tulis, kesimpulan yang saya dapat adalah
Setiap
kebudayaan pasti memiliki keindahan dan keunikan budaya yang berbeda dari
masing-masing daerah, entah dari segi adat, social, norma maupun budaya luhur.
Kita sebagai penerus leluhur budaya kita, harus menjaga nama baik dan
semaksimal mungkin agar dipandang baik oleh masyarakat luar. Semuanya memiliki
adat yang harus dipatuhi dan kita juga harus menghormati kebudayaan lain
walaupun kita tidak suka dan ada beberapa adat yang menurut kita menganut
kepercayaan lain dan menyimpang. Semuanya itu bagian dari warna warni
kebudayaan bangsa kita.
Terutama
dalam pembahasan kali ini mengenai Bali, menurut saya Negara kita bisa maju
dengan adanya promotor dari dalam negeri untuk turis asing. Tidak hanya itu,
kita juga harus meng eksplor lagi budaya budaya yang ada dan dapat menarik
turis asing untuk melihat keindahan pulau-pulau kita. Dan kita sebagai penduduk
asli Indonesia juga harus bangga dan menjaga nilai nilai luhur yang terdapat
pada adat dan kebudayaan kita masing-masing. Usahakan jangan sampai ada yang
menyimpang dan menjelekkan kebudayaan yang kita miiki satu sama lain.
5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar